Senin, 01 September 2014

Terpisah Jarak


                             


 Siang itu, Aku dan Kamu harus berpisah hal yang tak dapat kubayangkan sebelumnya. Hal yang tak dapat ku pungkiri, Saat kamu harus meninggalkan kota kita yang sudah banyak menyimpan banyk kenangan. Kota Medan yang sudah banyak terdapat kenangan antara Aku dan Kamu.


Saat semua mahluk menyatakan kamu lulus disalah satu universitas di jawa. Aku senang tapi plus ada rasa sedih, karna saat itu juga kamu harus pergi ke bandung. Aku nangis,kenapa? Karena kita bakal terpisahkan jarak. Iyaa jarak.

“sayang,kenapa Kamu sedih, Kamu kan juga lulus. Kamu sedih kenapa?”  tanya boy kepada ku.

Dalam hati aku berkata, ini cowok gak peka bangett sih ah.

“Hmm,Aaku sedih Boy, kita bakalan jauhan, Aku takut kamu disana ketanjol dengan wanita lain yang mungkin lebih dari Aku.” kataku sedih sambil menunduk

“Fany tatap mataku baik baik, Aku janji aku gak akan pernah ninggalin kamu demi wanita lain, Aku udh tutup hatiku, karna sepenuhnya hatiku udah milikmu fany, you trust me and me trust you. Aku janji sayang. Percayalah kepadaku, Aku takkan mungkin menyia-nyiakan hubungan kita yang sudah 3 tahun kita jalani sayang.” setelah panjang lebar, Boy langsung memelukku dengan erat.

Aku menangis,dan kembali memeluknya dengan erat.

Sebelum keberangkatan Boy. Aku dan Ia menghabiskan waktu berdua.
Hingga tak terasa oleh waktu, Kami harus segera berpisah. Siang itu Boy diantar oleh kedua orang tua nya ke bandara, Aku pun juga ikut.

Sampai dibandara, tak mengapa Aku belum bisa mengikhlaskannya, ada rasa takut yang sangat mendalam dalam hubungan ini. “Kamu kenapa sayang?” Tanya Boy

“Hmm.aku masih takut sayang,takut banget” kata ku lemas

“Sayang, Percayalah aku kan setia denganmu. Aku gak akan lihat wanita manapun demi kamu sayang. nanti Aku akan sering sms,bbm,telpon kamu, skype-an dengan kamu. Aku sayang banget sama kamu sayang, i love you sayang sambil memleuk dan mencium keningku.

Aku pun ikut memeluknya sambil menangis dalam dekapan tubuhnya.
Dengan tampilan gaya yang begitu rapi, memakai jam, dan gaya rambut justin bieber. Aku masih tak percaya. Tak mungkin tak ada wanita yang menggodanya. Tapi Aku akan memberi kepercayaan penuh kepadanya, mungkin hubungan kami sedang diuji dan sekrang sudah saatnya harus lebih percaya.

Setelah kepergiaannya ke kota lain, Boy masih tetap sering menghubungi ku.
Syukurr deh Boy masih ingat aku disana, Aku yakin cewek Bandung emang cantik-cantik, tapi Aku blum yakin Boy bakal kepincut sama mereka selain Aku hehe pede ku semakin menjadi jadi wkwk

Aku juga mempunyai kehidupan baru, Yang lebih bewarna punya kawan baru di kampus yang baru yang akan ku lewati selama beberapa tahun.
Aku punya temen temen yang cukup dekat selama aku mulai dikehidupan kampus ku yaitu mila, nadia,dan andika. Kawan yang selalu ada saat aku merasa kesepian ,temen seperjuangan kuliah the best lah.

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat jarak juga seakan membunuh rindu kami hingga menusuk ke hati kami, sehingga pertemuaan pun belum dapat kami rasakan.
Tak mengapa setelah berbulan bulan kami menjalani LDR ini, Kami merasa bahwa kami semakin jauh. Dia sibuk dengan aktifitas nya di kampus, sedangkan Aku hanya menunggu yang kadang tak ada kabar.

Entah sampai kapan jarak ini memisahkan kita. Saat tangan ini tak bisa menyentuhmu, Hanya kata kata yang dapat kuungkapan bahwa aku sangat mencintaimu dan mungkin hanya kesetianku yang disini masih menunggumu dalam sepinya malam.

Aku menunggumu bersama jarak saat jarak memisahkan hanya pertemuaan lah yang dapat menyatukan kita dengan rasa rindu yang sangat menggebu gebu disini.

Pagi itu ketika kecuekan itu mulai muncul dan pengabaian membuat sakit. Aku berjuang sendiri buat hubungan ini.

-----

__ R: Haloo sayang ,selamat pagi. Semoga harimu menyenangkan hari ini.semangat.I love you:*

Pesan bbm ku berhasil terkirim namun setelah beberapa saat Boy hanya membaca nya.

Siang itu Aku masih tetap setia mengirim nya pesan singkat.

-----
__R: Hai sayang, Selamat siang Jangan lupa makan siang ya. Aku  mencintaimu:*

Namun tak ada respon positif dari Boy, Aku mulai bersabar. Iya bersabar menghadapinya dengan sikap dia yang seperti ini.

Malam

-----
__R: Selamat malam sayang, pesan aku kok cuman dibaca sayang, kok gak dibales ? kamu lagi sibuk ya ? banyak tugas yaa.maaf yaa udh ganggu. Aku kangen banget sama Kamu. Kamu semangat yaa disana. Hari sudah malam aku tidur diluan yaa sayang.good night, I love you”

Tak mengapa tak ada juga respon. aku menunggunya hingga aku tertidur pulas. Kalo Aku kangen sama Kamu trus Kamu cuek Aku bisa apa.


***

Mentari sudah muncul, segera Aku langsung ke kampus. Pagi ini dijemput bareng temen temen aku.

Sampai dikampus, Aku baru ingat dan tiba-tiba merasa sedih banget, ternyata Boy masih belum membalas pesan singkatku, dan aku gak boleh hanya menunggu. Iya kalo cewek ingin menghetahui keberadaan pasangannya, Jangan gengsi untuk memulai diluan. Jangan ada rasa gengsi. Baiklah aku akan coba menelponnya setelah pulang kuliah atau mencoba menghubunginya melalui skype untuk memulihkan rasa rinduku untuk sementara waktu.

Sampai dirumah, Aku menemui ibuku yang sedang masak didapur. Aku mulai membantu ibuku dan mencoba cerita ke mama tentang Boy yang semakin cuek padaku.

“Ibu, lagi apa? Aku mau cerita ini, Boy makin cuek pada ku bu, dia bahkan jarang mengabariku dan tidak membalas pesan singkatku bahkan di media social aku udh coba mengirim pesan dan comment apapun yang jadi status tapi dy tak menggubrisnya bu, Aku gak tahu, aku sedih bu” curhatku

Tak mengapa tiba-tiba ibu menghela nafas nya.
“Fany, wajar bersedih tapi jangan berlarut, inilah dari sebuah hubungan jarak jauh. Berpikir positif sayang, kunci dari sebuah hubungan yang jarak jauh adalah kepercayaan. Percayalah padanya. Sudah sayang, pasti Boy hubungi kamu kok kalo dia sudah tidak sibuk lagi.” Nasihat ibu

Tiba-tiba salah satu status seseorang aku baca “jika cowok yang bener bener sayang,sesibuk apapun dia, dia pasti bakalan ngasih waktu buat ngabarin ke pasangannya agar pasangannya gak khawathir, jika tidak mungkin saja dia sudah punya temen mesra di belakangmu,hati-hati guys”

Aku semakin panic tak karuan, seakan udara disekitarku mulai memanas. bahkan hatiku semakin hampir remuk tak mengapa membaca status org tersebut.

Langsung saja aku langsung menghubungi Boy saat itu juga.

Calling 0813****...

Tittttt..tittt.. Tiba tiba berbunyi suaru diseberang telponku

“Halo sayang. Selamat siang sayang, Kamu apa kabar?”  Suara Boy dari balik telpon.
Hatiku seakan lega dan Aku menjawab “Sayang, Aku lagi dalam keadaan tidak baik2 sayang, kenapa gak pernah ada kabarnya? sayang kemana aja selama ini? mengapa pesan ku tak dibls dan dimedia social juga mengapa aku tak pernah kamu gubris sedikit pun? aku kangen kangen banget sama Kamu.”

Diseberang sana awalnya cuman diam, Namun tiba-tiba ku mendengar suara tarikan nafas dari balik telpon.

“Sayang, Jangan marah-marah donk. Maaf yaa sayang Aku itu sibuk banget disini. Kamu tenang saja sayang Aku tetap ingat Kamu kok sebagai semangatku. Aku tetap mencintaimu sayang, hatiku tetap ku jaga hanya untukmu seorang sayang, Percayalah. Aku juga kangen banget malahan sama kamu sayang.”

Entah perasaan apa tiba-tiba aku sedikit lega, Dan seolah suasana hatiku mencair kembali. Aku luluh kembali oleh kata-katanya.

***

Bulan pun berganti bulan.

Selalu sabar dan menanti dia pulang kekota ini, tetap setia dan selalu menutup hatiku untuk lelaki manapun yang mencoba mendekatiku. Aku bertahan pada satu cinta yaitu cinta ku untuk Boy.

“Fan, kenapa sih loh masih bertahan dengan pria itu yang gak jelas, selalu buat loh nangis, apa kamu gak capek?’’ Tanya Andika.

“Dika kamu gak tahu kan aku cinta banget sama Dia, jadi gak akan ada yang bsa gantiin Dika.”

“Ohh iya deh fan, asal kamu gak nyesal aja nantinya dan nangis dengan luka yang berdarah-darah oleh pria itu. Aku akan selalu ada kok fany buat mu kapan pun kamu mau.” senyuman Andika seakan punya maksud lain.

Dia pikir aku bakal berpaling. Ohh tidak akan pernah. Aku langsung pergi meninggalkannya.

Libur semester pun tiba.



Boy bakalan balik kekota ini kembali. Aku langsung bersiap menjemputnya dibandara. Aku berangkat dengan memakai sepatu kets, baju kaos dan jelana pendek jeans siap melaju dengan mobil avanza ku dengan kecepatan tinggi. Aku gak sabar .

Saat petemuan itu akan tiba, Entah perasaan apa yang selalu kita rasakan. Hal yang selalu kita dambakan dalam setiap hentakan jarak dan kini kita bakal bertemu dengan seorang yang akan mengobati rindu kita dengan cinta yang manis.

Akhirnya rindu yang tak dapat kita hentikan; Kini kita bisa menghabiskan dan mengobatinya, pelukan yang tak akan membuat kita berhenti memeluknya saat pertemuaan itu tiba.

Rasa rindu yang akhirnya terbalaskan kini akhirnya indah. Tak ingin jauh dengan jarak ketika seseorang itu dekat dengan kita.
Jarak mengajarkanku banyak hal. Bersabar menanti pertemuan. saling percaya walau tak selalu bertatap mata dan saling mengerti.


0 komentar:

Posting Komentar