
Siang itu, Aku dan Kamu harus berpisah hal yang tak dapat kubayangkan sebelumnya. Hal yang tak dapat ku pungkiri, Saat kamu harus meninggalkan kota kita yang sudah banyak menyimpan banyk kenangan. Kota Medan yang sudah banyak terdapat kenangan antara Aku dan Kamu.
Saat semua mahluk
menyatakan kamu lulus disalah satu universitas di jawa. Aku senang tapi plus ada
rasa sedih, karna saat itu juga kamu harus pergi ke bandung. Aku nangis,kenapa?
Karena kita bakal terpisahkan jarak. Iyaa jarak.
“sayang,kenapa Kamu
sedih, Kamu kan juga lulus. Kamu sedih kenapa?”
tanya boy kepada ku.
Dalam hati aku
berkata, ini cowok gak peka bangett sih ah.
“Hmm,Aaku sedih Boy,
kita bakalan jauhan, Aku takut kamu disana ketanjol dengan wanita lain yang
mungkin lebih dari Aku.” kataku sedih sambil menunduk
“Fany tatap mataku baik
baik, Aku janji aku gak akan pernah ninggalin kamu demi wanita lain, Aku udh
tutup hatiku, karna sepenuhnya hatiku udah milikmu fany, you trust me and me trust you.
Aku janji sayang. Percayalah kepadaku, Aku takkan mungkin menyia-nyiakan
hubungan kita yang sudah 3 tahun kita jalani sayang.” setelah panjang lebar, Boy
langsung memelukku dengan erat.
Aku menangis,dan
kembali memeluknya dengan erat.
Sebelum keberangkatan
Boy. Aku dan Ia menghabiskan waktu berdua.
Hingga tak terasa oleh
waktu, Kami harus segera berpisah. Siang itu Boy diantar oleh kedua orang tua
nya ke bandara, Aku pun juga ikut.
Sampai dibandara, tak
mengapa Aku belum bisa mengikhlaskannya, ada rasa takut yang sangat mendalam
dalam hubungan ini. “Kamu kenapa sayang?” Tanya Boy
“Hmm.aku masih takut
sayang,takut banget” kata ku lemas
“Sayang, Percayalah aku
kan setia denganmu. Aku gak akan lihat wanita manapun demi kamu sayang. nanti Aku
akan sering sms,bbm,telpon kamu, skype-an dengan kamu. Aku sayang banget sama
kamu sayang, i love you sayang sambil
memleuk dan mencium keningku.
Aku pun ikut memeluknya
sambil menangis dalam dekapan tubuhnya.
Dengan tampilan gaya
yang begitu rapi, memakai jam, dan gaya rambut justin bieber. Aku masih tak
percaya. Tak mungkin tak ada wanita yang menggodanya. Tapi Aku akan memberi
kepercayaan penuh kepadanya, mungkin hubungan kami sedang diuji dan sekrang
sudah saatnya harus lebih percaya.
Setelah kepergiaannya ke
kota lain, Boy masih tetap sering menghubungi ku.
Syukurr deh Boy masih
ingat aku disana, Aku yakin cewek Bandung emang cantik-cantik, tapi Aku blum
yakin Boy bakal kepincut sama mereka selain Aku hehe pede ku semakin menjadi
jadi wkwk
Aku juga mempunyai
kehidupan baru, Yang lebih bewarna punya kawan baru di kampus yang baru yang
akan ku lewati selama beberapa tahun.
Aku punya temen temen
yang cukup dekat selama aku mulai dikehidupan kampus ku yaitu mila, nadia,dan
andika. Kawan yang selalu ada saat aku merasa kesepian ,temen seperjuangan
kuliah the best lah.
Tak terasa waktu
berlalu dengan cepat jarak juga seakan membunuh rindu kami hingga menusuk ke
hati kami, sehingga pertemuaan pun belum dapat kami rasakan.
Tak mengapa setelah
berbulan bulan kami menjalani LDR ini, Kami merasa bahwa kami semakin jauh. Dia
sibuk dengan aktifitas nya di kampus, sedangkan Aku hanya menunggu yang kadang tak
ada kabar.
Entah sampai kapan
jarak ini memisahkan kita. Saat tangan ini tak bisa menyentuhmu, Hanya kata
kata yang dapat kuungkapan bahwa aku sangat mencintaimu dan mungkin hanya
kesetianku yang disini masih menunggumu dalam sepinya malam.
Aku menunggumu bersama
jarak saat jarak memisahkan hanya pertemuaan lah yang dapat menyatukan kita
dengan rasa rindu yang sangat menggebu gebu disini.
Pagi itu ketika
kecuekan itu mulai muncul dan pengabaian membuat sakit. Aku berjuang sendiri
buat hubungan ini.
-----
__ R: Haloo sayang ,selamat
pagi. Semoga harimu menyenangkan hari ini.semangat.I love you:*
Pesan bbm ku berhasil terkirim namun setelah beberapa saat Boy hanya membaca nya.
Pesan bbm ku berhasil terkirim namun setelah beberapa saat Boy hanya membaca nya.
Siang itu Aku masih
tetap setia mengirim nya pesan singkat.
-----
__R: Hai sayang, Selamat
siang Jangan lupa makan siang ya. Aku mencintaimu:*
Namun tak ada respon
positif dari Boy, Aku mulai bersabar. Iya bersabar menghadapinya dengan sikap
dia yang seperti ini.
Malam
-----
__R: Selamat malam sayang,
pesan aku kok cuman dibaca sayang, kok gak dibales ? kamu lagi sibuk ya ?
banyak tugas yaa.maaf yaa udh ganggu. Aku kangen banget sama Kamu. Kamu
semangat yaa disana. Hari sudah malam aku tidur diluan yaa sayang.good night, I love you”
Tak mengapa tak ada
juga respon. aku menunggunya hingga aku tertidur pulas. Kalo Aku kangen sama Kamu trus Kamu cuek Aku bisa apa.
***
Mentari sudah muncul, segera Aku langsung ke kampus. Pagi ini dijemput bareng temen temen aku.
Sampai
dikampus, Aku baru ingat dan tiba-tiba merasa sedih banget, ternyata Boy masih
belum membalas pesan singkatku, dan aku gak boleh hanya menunggu. Iya kalo
cewek ingin menghetahui keberadaan pasangannya, Jangan gengsi untuk memulai
diluan. Jangan ada rasa gengsi. Baiklah aku akan coba menelponnya setelah
pulang kuliah atau mencoba menghubunginya melalui skype untuk memulihkan rasa
rinduku untuk sementara waktu.
Sampai dirumah, Aku menemui
ibuku yang sedang masak didapur. Aku mulai membantu ibuku dan mencoba cerita ke
mama tentang Boy yang semakin cuek padaku.
“Ibu, lagi apa? Aku mau
cerita ini, Boy makin cuek pada ku bu, dia bahkan jarang mengabariku dan tidak
membalas pesan singkatku bahkan di media social aku udh coba mengirim pesan dan
comment apapun yang jadi status tapi dy tak menggubrisnya bu, Aku gak tahu, aku
sedih bu” curhatku
Tak mengapa tiba-tiba
ibu menghela nafas nya.
“Fany, wajar bersedih
tapi jangan berlarut, inilah dari sebuah hubungan jarak jauh. Berpikir positif
sayang, kunci dari sebuah hubungan yang jarak jauh adalah kepercayaan. Percayalah
padanya. Sudah sayang, pasti Boy hubungi kamu kok kalo dia sudah tidak sibuk
lagi.” Nasihat ibu
Tiba-tiba salah satu
status seseorang aku baca “jika cowok yang bener bener sayang,sesibuk apapun
dia, dia pasti bakalan ngasih waktu buat ngabarin ke pasangannya agar pasangannya
gak khawathir, jika tidak mungkin saja dia sudah punya temen mesra di
belakangmu,hati-hati guys”
Aku semakin panic tak
karuan, seakan udara disekitarku mulai memanas. bahkan hatiku semakin hampir
remuk tak mengapa membaca status org tersebut.
Langsung saja aku
langsung menghubungi Boy saat itu juga.
Calling 0813****...
Tittttt..tittt.. Tiba
tiba berbunyi suaru diseberang telponku
“Halo sayang. Selamat
siang sayang, Kamu apa kabar?” Suara Boy
dari balik telpon.
Hatiku seakan lega dan
Aku menjawab “Sayang, Aku lagi dalam keadaan tidak baik2 sayang, kenapa gak
pernah ada kabarnya? sayang kemana aja selama ini? mengapa pesan ku tak dibls
dan dimedia social juga mengapa aku tak pernah kamu gubris sedikit pun? aku
kangen kangen banget sama Kamu.”
Diseberang sana awalnya
cuman diam, Namun tiba-tiba ku mendengar suara tarikan nafas dari balik telpon.
“Sayang, Jangan
marah-marah donk. Maaf yaa sayang Aku itu sibuk banget disini. Kamu tenang saja
sayang Aku tetap ingat Kamu kok sebagai semangatku. Aku tetap mencintaimu
sayang, hatiku tetap ku jaga hanya untukmu seorang sayang, Percayalah. Aku juga
kangen banget malahan sama kamu sayang.”
Entah perasaan apa
tiba-tiba aku sedikit lega, Dan seolah suasana hatiku mencair kembali. Aku
luluh kembali oleh kata-katanya.
***
Bulan pun berganti
bulan.
Selalu sabar dan
menanti dia pulang kekota ini, tetap setia dan selalu menutup hatiku untuk
lelaki manapun yang mencoba mendekatiku. Aku bertahan pada satu cinta yaitu
cinta ku untuk Boy.
“Fan, kenapa sih loh
masih bertahan dengan pria itu yang gak jelas, selalu buat loh nangis, apa kamu
gak capek?’’ Tanya Andika.
“Dika kamu gak tahu kan
aku cinta banget sama Dia, jadi gak akan ada yang bsa gantiin Dika.”
“Ohh iya deh fan, asal
kamu gak nyesal aja nantinya dan nangis dengan luka yang berdarah-darah oleh
pria itu. Aku akan selalu ada kok fany buat mu kapan pun kamu mau.” senyuman Andika
seakan punya maksud lain.
Dia pikir aku bakal
berpaling. Ohh tidak akan pernah. Aku langsung pergi meninggalkannya.
Libur semester pun
tiba.
Boy bakalan balik
kekota ini kembali. Aku langsung bersiap menjemputnya dibandara. Aku berangkat
dengan memakai sepatu kets, baju kaos dan jelana pendek jeans siap melaju
dengan mobil avanza ku dengan kecepatan tinggi. Aku gak sabar .
Saat petemuan itu akan
tiba, Entah perasaan apa yang selalu kita rasakan. Hal yang selalu kita
dambakan dalam setiap hentakan jarak dan kini kita bakal bertemu dengan seorang
yang akan mengobati rindu kita dengan cinta yang manis.
Akhirnya rindu yang tak
dapat kita hentikan; Kini kita bisa menghabiskan dan mengobatinya, pelukan yang
tak akan membuat kita berhenti memeluknya saat pertemuaan itu tiba.
Rasa rindu
yang akhirnya terbalaskan kini akhirnya indah. Tak ingin jauh dengan jarak
ketika seseorang itu dekat dengan kita.
Jarak mengajarkanku
banyak hal. Bersabar menanti pertemuan. saling percaya walau tak selalu bertatap
mata dan saling mengerti.
0 komentar:
Posting Komentar